Rabu, 06 Oktober 2010

SMK Ingin Ngompreng di Produsen Mobil

Muhammad Ikhsan - detikOto
GambarJakarta - Produsen mobil di tanah air dihimbau dapat menyerap lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) lebih banyak. Soalnya, volume kelulusan siswa saat ini tidak sebanding dengan tenaga kerja yang diserap perusahaan setiap tahunnya.

Hal tersebut bisa saja berakibat tidak efektifnya pola pembelajaran yang didapat siswa selama sekolah di SMK.

"Izinkan kita ngompreng di tempat lain, karena pasokan mekanik dengan kecepatan pertumbuhan otomotif ada slek, Banyak siswa yang lulus, tapi lapangan kerja tidak tersedia, jadi pola pembelajaran di SMK tidak efektif," kata Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Ditjen Mandikdasmen
Kementerian Pendidikan Joko Sutrisno di sela-sela jumpa pers T-TEP atau Technical Education Program di booth Toyota di IIMS JI Expo Kemayoran, Jakarta, Rabu (27/7/2010).

Saat ini, menurut Joko baru PT Toyota Astra Motor saja yeng memikirkan hal itu. Toyota sejak 1991 memiliki T-TEP atau Technical Education Program. Program itu adalah komitmen Toyota untuk menumbuhkembangkan SDM dalam hal ini adalah siswa SMK. Toyota bekerjasama dengan pemerintah.

"Kita sudah pernah ajak kerjasama pada produsen lainnya, tapi tidak ada
tanggapan. Mungkin mereka punya cara berbeda," tukas Joko.

Program  T-TEP, Toyota dan pemerintah bisa melulusan 5.000 siswa dalam setahun, sementara siswa yang diserap tidak sampai segitu besar. "Jadi sangat kurang sekali perusahaan yang mau menerima," ucapnya.

Muhammad Ikhsan - detikOto
  Sementara terkait dengan SDM yang handal, Joko sekaligus yang bertanggung jawab dalam program itu meyakini lulusan T-TEP tidak kalah baik dengan teknisi-teknisi lainnya. Ia menegaskan lulusan T-TEP sudah bisa diakui hingga mancanegara.

"Lulusan T-TEP sangat baik, tidak usah diragukan lagi. Mereka lulusan terbaik yang skilnnya bisa diandalkan," yakin Joko.

Toyota bekerjasama dengan pemerintah meningkatkan pendidikan dengan mengadakan T-TEP. Saat ini sudah T-TEP dan sub T-TEP sudah tersebar di 57 SMK di seluruh Indonesia.

"Ini salah satu komitmen kita pada dunia pendidikan nasional. Kita akan terus concern pada dunia pendidikan agar terus berkembang," kata Direktur Pemasaran TAM Joko Trisanyoto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar